Lini Waktu SR RS Immanuel hingga Instiut Kesehatan Immanuel

Keberadaaan Yayasan Perguruan Tinggi Gereja Kristen Pasundan dan Institut Kesehatan Immanuel (IKI) / Sekolah Tinggi Kesehatan Immanuel (STIKES Immanuel), Akademi Perawat Immanuel (Akper Immanuel) tidak lepas dari berdirinya Rumah Sakit Immanuel Bandung.

Misi NZV di bidang Pendidikan dan Kesehatan

Perjalanan Panjang ini diawali dari panggilan Allah melalui keinginan para penginjil yang terhimpun dalam Persekutuan Perkabaran Injil di dalam dan di luar gereja Het Genootschap voor In en Uitwendige Zending (GIUZ), yang menyarankan Nederlandse Zendings Vereeniging (NZV) untuk melakukan pekabaran injil melalui pelayanan Pendidikan dan Kesehatan terutama di Hindia Belanda. Pada tahun 1863 tibalah NZV untuk pertama kalinya di Jawa Barat.

Kegiatan yang dilakukan para Penginjil yang tergabung dalam NZV ini adalah cikal bakal terbentuknya Gereja Kristen Pasundan (GKP). Pelayanan medis yang dilakukan oleh para penginjil ini mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat Jawa Barat.

Pada tahun 1893 penginjil B.M Alkema mulai bekerja di wilayah Bandung dan dia membuka sebuah poliklinik tepat di depan gereja yang bernama Gereja Kristen Pasundan (GKP) Jl. Kebonjati 40 Bandung (kini: Jl. Kebonjati 108). Poliklinik ini kemudian berkembang menjadi Rumah Sakit Immanuel yang berdiri pada tahun 1902, di Sitoesaeur (saat ini Jl. Kopo 161) Bandung.

Pada tahun 1902, Rumah Sakit Immanuel berdiri sebagai rumah sakit umum yang berdiri sendiri dan beroperasi dengan baik. Pada tahun 1905, Rumah Sakit Immanuel berubah statusnya menjadi Rumah Sakit Umum Immanuel yang berdiri sendiri dan beroperasi dengan baik.

Di saat kebutuhan medis semakin tinggi mulailah upaya pemenuhan tenaga medis sendiri, dengan mendirikan sekolah keperawatan yang merupakan cikal bakal Institut Kesehatan Immanuel.

RS Immanuel tahun 1921

RS Immanuel , PKU dan SPK Immanuel

Pada tahun 1910, sejalan dengan berdirinya RS Immanuel Bandung , berdiri pula pendidikan keperawatan vokasional dengan latar belakang SR ( Sekolah Rakyat). Benih yang tumbuh terus berkembang, dan sejalan dengan amanat yang tertulis pada pembukaan UUD 1945, yang mengamanatkan salah satu tujuan pemerintah adalah mencerdaskan kehidupan bangsa, selain itu dalam sistem pendidikan nasional merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah dan masyarakat, maka pada tahun 1945 RS Immanuel mendapat izin resmi dari Menteri kesehatan sebagai penyelenggara pendidikan perawat dengan sebutan Pajenang Kesehatan Umum (PKU).

Sejak tahun 1949 pengelolaan RS Immanuel dan jejaringnya diserahkan kepada Yayasan Badan Rumah Sakit Gereja Kristen Pasundan (YBRS GKP)

Pada tahun 1965 terjadi perubahan bentuk dari PKU menjadi Sekolah Pengatur Rawat (SPR), dan pada tahun 1979 tidak dibuka lagi, sementara untuk memenuhi kebutuhan tenaga dalam merawat pasien dibuka unit pendidikan dengan sebutan Pembantu Orang Sakit (POS), yang lama pendidikannya selama 6 bulan (Elia W dan Elius A, 1979).
Tahun 1981 RS Immanuel Bandung kembali membuka Sekolah Perawat Kesehatan (SPK) Immanuel.

RS Immanuel Jl. Kopo 161 Bandung

AKPER, STIKI dan IKI

Pada tahun 1998 SPK Immanuel berubah bentuk menjadi pendidikan Akademi Perawat (AKPER) Immanuel yang pengelolaannya dibawah langsung oleh Yayasan Badan Rumah Sakit Gereja Kristen Pasundan.

Tahun 2002 terjadi perubahan bentuk dari AKPER Immanuel menjadi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel (STIKI) berdasarkan surat keputusan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia No. 14/D/O/2002, tanggal 28 Januari 2002 tentang pemberian ijin Penyelenggaraan Program-Pogram Studi dan Pendirian STIKI.
Dalam perkembangannya, seiring dengan tugas dan tanggung jawab sebagai institusi pendidikan untuk turut serta dalam pengembangan dan peningkatan taraf hidup masyarakat, serta meningkatkan kemampuan lembaga Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel dan terbuka peluang / kesempatan untuk membuka program studi baru, maka pada tahun 2004 dibuka program profesi keperawatan/Ners , selanjutnya pada tahun 2005 bediri Program Studi Diploma III Manajemen Pelayanan Rumah sakit (MPRS), tahun 2006 berdiri Program Studi Diploma Tiga Kebidanan (DIII Kebidanan). Lalu pada tahun 2011 terbit ijin penyelenggaraan Program Studi S1 Kesehatan Masyarakat dan S1 Gizi.

Pengalihan dari YBRS GKP ke YPT GKP

Pada tahun 2012, untuk melanjutkan kegiatan diluar bidang perumahsakitan maka YBRS GKP mendirikan Yayasan Perguruan Tinggi Gereja Kristen Pasundan (YPT GKP) berdasarkan Akta Pendirian Yayasan serta Anggaran Dasar, dihadapan Notaris Andriani Budiono, SH tanggal 17 Oktober 2012 Nomor 8.

Akta pendirian tersebut diatas diikuti dengan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia nomor AHU- 3804.AH.01.04 Tanggal 4 Juli 2013 Tentang Pengesahan Akta Pendirian : Yayasan Perguruan Tinggi Gereja Kristen Pasundan , yang beralamat di Jalan Kopo No 161 Bandung.
Pada tahun 2013 terjadi pengalihan pengelolaan STIKI dari Yayasan Badan Rumah Sakit Gereja Kristen Pasundan (YBRS GKP) ke Yayasan Perguruan Tinggi Gereja Kristen Pasundan (YPT GKP).

STIKI berubah bentuk menjadi IKI

Pada tahun 2022 Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel berubah bentuk menjadi Institut Kesehatan Immanuel berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor: 385/E/O/2022 pada tanggal 07 Juni 2022 Tentang Izin Perubahan Bentuk Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Immanuel Bandung di Kota Bandung Menjadi Institut Kesehatan Immanuel Kota Bandung (www.immanuel.ac.id).

Kampus Institut Kesehatan Immanuel di Jl. Kopo no. 161 Bandung (Jl. Peta no. 102)

Pelayanan YPT GKP

Organ Yayasan Perguruan Tinggi GKP